yupsssss……. Desember 2010. Bulan penuh kenangan untuk seluruh penduduk Indonesia, di bulan inilah semangat nasionalisme kita tumbuh.Dari yang tua,muda,pejabat,pegawai,pedagang,preman, berbagai elemen masyarakat duduk bersama bergandengan tangan, bersatu dalam perbedaan demi semangat nasionalisme negara ini.
Thanks buat Firman Utina dkk, yang berhasil membawa Indonesia mejadi runner-up untuk ke empat kalinya di piala AFF, memang sungguh menyesakan dada……. Indonesia diberikan kesempatan sebanyak empat kali untuk menikmati laga final. tetapi tidak ada satupun yang dapat dimanvaatkan dengan baik untuk menjadi juara.
26 Desember 2010, Stadion Bukit Jalil menjadi saksi, Timnas Indonesia tunduk layu di tangan si “Harimau Malaya”. Indonesia kalah Telak 3-0. Pada laga itu memang indonesia mampu mengimbangi permainan tim tuan rumah. Tapi apa daya kita akhirnya kehilangan memontum yang telah dibangun dengan susah payah, hanya karena pertandingan di hentikan sepanjang 10 menit gara-gara  tragedi “laser”. Indonesia kalah. Leg kedua Timnas berlaga di kandang sendiri. Indonesia menang 2-1. meskipun menang tetapi tidak juara. (gw tetap salut sama Timnas kalian udah berjuang tanpa lelah untuk negara ini). 

seperti biasa kita mulai mencari kambing hitam. Mencari orang yang bisa dijadikan alasan sebagai penyebab kekalahan……mau tau siapa orang itu???? hahahahaha….gw jamin kalian udah pada tahu.

NURDIN HALID


“Beberapa Dosa nurdin”

  1. Menggunakan politik uang saat bersaing menjadi Ketua Umum PSSI pada November 2003 dengan Soemaryoto dan Jacob Nuwawea.
  2. Mengubah format kompetisi dari satu wilayah menjadi dua wilayah dengan memberikan promosi gratis kepada 10 tim yakni Persegi Gianyar, Persiba Balikpapan, Persmin Minahasa, Persekabpas Pasuruan, Persema, Persijap dan Petrokimia Putra, PSPS, Pelita Jaya, dan Deltras.
  3. Terindikasi terjadinya jual beli trofi sejak musim 2003 lantaran juara yang tampil punya kepentingan politik karena ketua atau manajer klub yang bersangkutan akan bertarung di Pilkada. Persik (2003), Persebaya (2004), Persipura (2006), Persik (2006), Sriwijaya FC (2007), Persipura (2008/2009).
  4. Jebloknya prestasi timnas. Tiga kali gagal ke semifinal SEA Games yakni ntahun 2003, 2007, dan 2009. Tahun 2005 lolos ke semifinal, tapi PSSI ketika itu dipimpin Pjs Agusman Effendi (karena Nurdin Halid di balik jeruji penjara).
  5. Membohongi FIFA dengan menggelar Munaslub di Makassar pada tahun 2008 untuk memperpanjang masa jabatannya.
  6. Tak jelasnya laporan keuangan terutama dana Goal Project dari FIFA yang diberikan setiap tahunnya.
  7. Banyak terjadi suap dan makelar pertandingan. Bahkan, banyak yang melibatkan petinggi PSSI seperti Kaharudinsyah dan Togar Manahan Nero.
  8. Tak punya kekuatan untuk melobi Polisi sehingga sejumlah pertandingan sering tidak mendapatkan izin atau digelar tanpa penonton.
  9. Satu-satunya Ketua Umum PSSI dalam sejarah yang memimpin organisasi dari balik jeruji besi.
  10. Terlalu banyak intervensi terhadap keputusan-keputusan Komdis sebagai alat lobi untuk kepentingan pribadi dan menjaga posisinya sebagai Ketua Umum. ( kaskus.us)
Dosa terkahir yang paling anyar adalah : ” mempolitisassi timnas Indonesia, dengan membawa alien yang mencoba mengambil untung dari prestasi Timnas Garuda.” siapa lagi kalau bukan si keluarga konglomerat itu. Sebelum leg pertama, pemain timnas diajak untuk berkunjung ke rumah politishit itu (ada acara ramah tamah sekaligus penyerahan “hadiah” tanah ke pada PSSI ) kemudian berkungjung ke sebuah pesantren untuk acara istiqosah bersama. Dua agenda ini diyakini mengganggu konsentrasi pemain, dimana mereka seharusnya mempersiapkan diri untuk laga di bukit jalil.
dosa-dosa ini sudah cukup untuk mejadi alasan untuk melengserkan si Nurdin dari posisi ketua umum PSSI dan menyelamatkan sepakbola Indonesia dari orang-orang seperti dia.
nih beberapa pernyataan dia  mengenai permintaan pengunduran diri yang gw kutip dari Goal :
“Kenapa ada ketua umum disuruh mundur? Ketua umum sudah mempersiapkan timnas secara maksimal. Buktinya masyarakat berlomba-lomba datang ke stadion. Kalau timnas jelek, tidak mungkin mereka datang,” kata Nurdin. 

“Kenapa disuruh mundur? Karena ada yang rekayasa. Ada yang bayar. Gitu! Siapa orangnya? Cari sendiri!” tambahnya.

 

secara pribadi setelah membaca pernyataan dia diatas, gw menyimpulkan kalau orang ini ga tahu diri, urat kemaluannya sudah putus, pingin gw ludahin mukanya.
  • bukan  anda yang menyiapkan timnas. tapi si pelatih (riedl). sebagai ketua anda hanya mengurus organisasi, agar persepakbolaan berjalan lancar.
  • anda bilang yang menyuruh anda mundur adalah orang-orang bayaran???? ckckckckc….. sungguh picik otak anda. yang meminta anda mundur bukan orang bayaran….tapi masyarakat Indonesia, yang benar-benar udah bosan dengan kepemimpinan anda (urus tiket aja kaga becus) telinga anda dipasang dimana ketika seluruh stadion bergemuruh meminta anda turun???.
  • ada lagi satu pernyataan dia yang sempat gw tangkap dari wawancara di  tv one. dia mengatakan agar siapapun tidak boleh mempolitisasi Timnas……<<<<what????? nyata-nyatanya dia sendiri yang mempolitisasi timnas. mau buktinya??? nih cekicrot…..
well akhir kata……. Lindung Indonesia Dari Godaan Nurdin yang Terkutuk !!!!!!!!!